Bosan Belajar di Rumah? Ketahui Sebab dan Cara Mengatasinya

Bosan Belajar di Rumah? Ketahui Sebab dan Cara Mengatasinya

Posted on

Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat proses pendidikan mengalami modifikasi. Semua pelaku pendidikan mengalami adaptasi. Sekolah dari rumah menyimpan banyak persoalan. Karena pembelajaran jarak jauh banyak persoalan yang perlu di tuntaskan.

Anak-anak yang biasanya berangkat sekolah pagi pulang sore harus beradaptasi belajar dari rumah. Secara psikologis, anak berusia SD, SMP dan SMA sangat memerlukan lingkungan belajar. Mereka memerlukan teman-teman belajar yang selama ini menjadi teman di sekolah. Ritme belajar dan bersosial mengalami perubahan yang sangat signifikan. Inilah yang kemudian muncul persoalan pada diri pelajar.

Tidak setiap orang tua bisa membersamai anak-anaknya belajar. Tak sedikit anak yang harus sendiri dirumah karena orang tuanya kedua-duanya bekerja. Dalam rentang penerpan kebijakan sekolah dari rumah, mulai muncul keluhan banyak orang tua. Anak-anak mulai mogok belajar. Ada yang absen tidak hadir. Dan banyak yang tiba-tiba enggan mengikuti pembelajaran jarak jauh. Akhirnya di panggil orang tua anak-anak yang mogok belajar. Mayoritas orang tua memberikan penjelasan : “Anak-anak bosan belajar”

Penyebab bosan belajar dari rumah

Bosan adalah bentuk kejenuhan mental. Banyak sebab terjadinya bosan atau jenuh. Ada beberapa sebab yang menjadikan anak-anak bosan belajar di rumah. Berikut diantaranya:

1. Tidak bertemu teman

Teman bagi anak-anak merupakan sesuatu yang penting. Ia mendinamisasikan nuansa. Sebagian anak bersekolah ingin bertemu dan bermain dengan teman-temannya. Bagaimana jika ternyata karena protokol kesehatan mereka tidak bertemu dalam waktu lama?. Itulah kejenuhan mereka. Sepi, sendiri dan tak ada permainan bersama teman adalah waktu sangat membosankan bagi mereka.

Baca Juga:  Cara Membuat Tiktok Slowmotion Agar Videomu Lebih Unik

 

2. Aktivitas Monoton

Aktivitas yang sama dilakukan terus menerus akan menguras energi anak. Mereka akan segera diserang rasa jenuh. Motivasi drop dan selanjutnya semua cara berfikir kreatif menjadi buntu. Berdasarkan riset, seorang pelajar hanya memiliki waktu konsentrasi terbaik 25 menit. Menit ke 26 dan selanjutnya konsentrasi dan perhatian akan menurun drastis. Jadi aktivitas monoton jika tidak disadari akan menjadi pemicu waktu bosan (boring time).

 

3. Disorientasi

Tujuan,capaian dan target adalah sesuatu yang membuat seseorang begitu berenergi mengerjakan sesuatu. Maka anak-anak yang  belajar dan boring, mereka sebaiknya disadarkan bahwa belajar adalah jalur terbaik meraih cita-cita. Disorientasi pembelajaran dan disorientasi hidup membuat seseorang pelajar mudah menyerah. Pelajar yang mengalami boring identik dengan disorientasi.

 

4. Kreativitas di batasi

Kreativitas yang di eksplorasi penuh kebebasan, melahirkan antusiasme juga semangat. Kreatvitas juga menciptakan passion juga gairah baru. Namun bagi anak-anak dan pelajar kreativitas adalah bahan bakar yang membuat mereka bertahan lebih lama belajar. Dimana ada kekangan mereka akan cepat menyerah kepada kebosanan.

Kreativitas adalah mata air antusias juga semangat. Kreativitas juga membuat seseorang memiliki cara cara baru. Karena kreativitas memandang dengan sudut yang berbeda dari biasanya.

 

5. Faktor Distruksi

Gangguan dari lingkungan sungguh merupakan hal yang sangat berpengaruh. Belajar di tempat estrem ramai membuat pelajar cepat letih mental. Faktor distruksi lainnya adalah keberadaan anak atau  pelajar lain yang bermain dan mempengaruhi untuk pelajar itu juga bermain. Dalam keadaan sepereti situasi tersebut pelajar sangat sulit menolak. Dan saat ia mencoba menahan, jenuh segera hadir.

Cara mengatasi bosan belajar di rumah

cara mengatasi Bosan Belajar di Rumah Sangat mudah berikut beberapa caranya:

1. Temukan Alasan Terkuat

Dalam kajian psikologi ada istilah meta program. Manusia berdasarkan motivasi internalnya dikendalikan oleh satu diantara dua. Mengejar kebahagiaan atau menjauhi kesengsaraan. Seseorang bisa mengatasi apapun gangguan baik internal dirinya maupun dari luar manakala hal yang dikerjakan sesuai dengan meta program.

Untuk mengatasi jenuh, baik orang tua maupun guru sebagai fasilitator pembelajaran perlu mengetahui alasan terkuat seorang pelajar. Fungsinya adalah ketika sipelajar jenuh, tinggal dipicu dengan sesuatu tersebut. Misalnya seorang pelajar, ia bersemangat belajar karena jika ia juara akhir tahun akan diajak orang tuanya liburan ke Malaysia 5 hari. Saat pelajar tersebut kendur, fasilitator tinggal mengingatkan: “ Ayo semangat lagi, Katanya akhir tahun pengen ke Malaysia”. Picu ini akan bekerja efektif menggerakan sistem energi positif anak.

Baca Juga:  Review dan Cara Menggunakan Aplikasi InDriver Transportasi Terbaru

Mengetahui apa motivasi seorang anak diperlukan waktu cukup. Bahkan memakan energi bahkan biaya. Namun ini adalah salah satu cara terbaik menjaga stamina belajar anak-anak peserta pembelajaran.

 

2. Setting Menyenangkan

Fun Learning adalah pembelajaran yang menyenangkan. Seluruh proses pembelajaran dibuat menyenangkan. Mengapa perlu di setting, karena tidak semua orang bisa mendesain sesuatu hal yang menyenangkan bagi anak didik. Perlu ada sebuah tim kreatif untuk senantiasa menghasilkan format belajar yang menyenangkan. Dan anak-anak selalu mengejar sesuatu yang menyenangkan.

 

3. Jangan Terlalu Keras Berfikir

Otak juga memiliki lelah. Saat ia diajak untuk memproses banyak hal di fikiran, seseorang bisa lelah mental. Maka untuk menghindari kejenuhan, atur tensi berfikirnya. Buat relaks dan natural. Begitu sudah terasa berat, beri jeda dan relaksasi dengan melakukan refreshing.  Bergerang ringan di tempat duduk, jalan-jalan atau melakukan hal yang ringan. Tujuannya untuk memberkan waktu otak memproses hasil berfikirnya. Jeda juga berfungsi untuk memberikan kesempatan otak mengorganisasi informasi.

Ingat, orang lain tidak mengetahui gejala berfikir over  tersebut. Hanya yang bersangkutan mengenali bagaimana jika dia berfikir melebihi batas kemampuan. Oleh karenanya yang seharusnya mengatur ritme juga durasi belajar adalah pelajar itu sendiri. Fasilitator mengarahkan dan membaca keadaan peserta pembelajarannya.

 

4. Refresh Otak Secara Periodik

Ada metode untuk mengatur ritme pembelajaran sesuai ritme kerja otak manusia. Berdasarkan riset, otak pelajar hanya mampu berkonsentrasi selama 25 menit dan akan menurun selama 10 – 15 menit berikutnya. Maka cara merefresh otak adalah dengan menghentikan proses belajar pada menit ke 25, Selingi dengan refreshing selama 10-15 menit. Kemudian lanjut 20 menit dan jeda 10 menit. Ritme ini dilakukan untuk menjaga ritme konsentrasi pelajar tetap tinggi.

Baca Juga:  Cara Menggunakan Tiktok Ads Lengkap Rinci

 

5. Aktifkan dua belahan otak

Otak kiri memiliki setidaknya 4 fungsi khas : Analisa, Sintesa, Komparasi dan Pengambilan keputusan. Sementara otak kanan memiliki fungsi komplek dan banyak diantaranya: Emosi, Persepsi, Rasa, Warna, Tekstur, Nilai, Seni, Musik dan hal yang lebih abstrak. Pelajaran sekolah umumnya hanya mengutamakan kerja fungsi otak kiri. Untuk mengatasi kejenuhan, sebaiknya fasilitator menyeimbangkan kedua fungsi otak tersebut. Memadukan matematika dengan humor, Memadukan IPA dengan belajar di alam dan seterusnya.

Guru atau orang tua bisa menyisipkan kapan selingan diberikan. Menyisipkan lagu dan bernyanyi. Menyisipkan menggunakan film untuk media pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran akan lebih interaktif, variatif dan menyenangkan.

Pemilihan media pembelajaran juga perlu memperhatikan fungsi otak anak-anak. Misalkan pelajaran matematika yang eksak, penuh perhitungan. Bisa sesekali soal dan penjelasannya menggunakan video interaktif. Berbentuk video atau film yang bisa disaksikan bersama. Kemudian video tersebut dijadikan bahan untuk membahas satu bab di pelajaran matematika. Demikianlah cara mengatasi Bosan Belajar di Rumah untuk anda yang belajar secara daring.